Review: Supernova – Petir

Judul: Supernova – Petir
Penulis: Dewi ‘Dee’ Lestari

Akhirnya, tibalah waktunya bagi saya mereview seri ketiga Supernova: Petir *hohoho*
Setelah berhasil mereview seri kedua-nya – Akar beberapa waktu yang lalu, saya jadi mendadak ‘kesetrum’ pengen cepet-cepet menyelesaikan mbaca Petir dan nulis review-nya, and this is it – Review Petir ala Me ^_^

Tokoh utama Supernova kali ini adalah Elektra – biasa dipanggil Etra, she’s a girl. Elektra tinggal bersama kakak perempuannya bernama Watti dan Ayahnya yang seorang tukang listrik yang mempunyai ‘bengkel’ khusus elektronik bernama Wijaya Elektrik di rumah mereka yang bergaya Eropa.

Belakangan [pas mau ending] saya baru tahu kalau nama rumah mereka adalah Eleanor, doh!  >_<

Elektra sendiri dari kecil sudah sering dibilang aneh oleh Watti karena kesenangannya memandangi petir dan kilatan-kilatannya, bahkan dia sempat dibawa ke gereja oleh Watti untuk disucikan, tujuannya agar Elektra terbebas dari pengaruh setan. Tidak ada kehidupan yang istimewa bagi Elektra kecil – selain menontoni Ayahnya bekerja dengan ‘benda-benda listrik’. Sampai suatu ketika, Elektra hanya tinggal berdua dengan Ayahnya, karena Watti menikah dengan Kang Atam yang berbeda keyakinan dan memutuskan pindah ke Tembagapura, mengikuti suaminya. Kehidupan Elektra yang monoton dan biasa saja mulai berubah – ketika tidak lama kemudian Ayahnya meninggal dunia.

Dia seorang diri harus bertahan dengan menyandang nama Wijaya Elektrik dan Eleanor. Dengan kemampuan dan keahlian yang menurutnya pas-pasan Elektra merasa putus asa dan kehabisan akal untuk mempertahankan hidupnya – disitu dia bertemu dengan Ibu Sati, seorang wanita keturunan India yang memiliki ‘kemampuan lebih’ – yang kehadirannya sangat penting bagi Elektra *jujur tadinya saya juga ikutan berpikir kalau beliau ini adalah dukun, tapi ternyata bukan* >_<
Dia juga sempat bertemu dengan teman lamanya, Betsy – yang mengenalkan dia pada – Internet – the Real World (baca: kehidupan nyata) disinilah Elektra Gadis Desa bertransformasi menjadi Elektra The Millenium (umm..maaf ini istilah saya sendiri).

Berbeda dengan dua seri sebelumnya, Petir – dibuat dengan lebih ringan dan jujur saya lebih suka baca yang ini – karena banyak disuguhi guyonan yang bikin saya ketawa ngakak dan baca Petir tidak mengharuskan saya ‘berpikir terlalu keras’ – lagipula karakter Elektra memang ‘menyenangkan sekali’ jadi rasanya sayang kalau tidak membacanya sampai selesai. Di akhir cerita – saya dikejutkan dengan kehadiran Bong (Supernova – Akar), yang tidak lain adalah sepupu Tony, and who’s Tony?

One thought on “Review: Supernova – Petir

  1. Tony is mpreeett,parthner elektra dalam membangun usaha internetnya,.
    Dan jujur supernova yg ini saya jg menyukainya,ringan dan benar” bisa melepaskan stress,tp yg bener” menimbulkan kesan kuat buat saya adalah supernova yg pertama putri,kesatria dan bintang jatuh, :)
    Salam kenal,.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s