Review: Memoirs of Geisha

Judul: Memoar Seorang Geisha
Penulis: Arthur Golden

Believe it or not – alasan saya mau baca buku tebal ini gara-gara saya lihat buku ini dipajang di rak paling depan perpustakaan kantor saya, penasaran seperti apa ceritanya – finally I took this book *dalam hati, I will read this book without rest, coz the synopsis has caught my heart* duilee.. #_#

Memoar Seorang Geisha – menceritakan kisah perjalanan hidup seorang Geisha bernama Sayuri. Dimulai ketika Sayuri masih anak-anak – saat itu dia dikenal sebagai Chiyo. Chiyo adalah anak seorang nelayan miskin yang tinggal di desa nelayan Yoroido bersama Ayah, Ibu, dan kakak perempuannya, Satsu. Kehidupan Chiyo dan Satsu berubah semenjak dia bertemu dengan Tuan Tanaka. Melalui Tuan Tanaka ini Chiyo dan Satsu terpaksa meninggalkan rumah dan kedua orang tuanya untuk dibawa pergi ke Kyoto dan dijadikan geisha. Kesedihan Chiyo masih ditambah lagi karena dia harus dipisahkan dari Satsu, setibanya mereka di Kyoto.
Di Okiya Nitta tempat tinggal Chiyo dan seorang geisha populer bernama Hatsumomo, dia harus menjalani kehidupan sebagai seorang pelayan terlebih dulu, sebelum nantinya dia didik dan dilatih menjadi seorang Geisha, penderitaan rasanya tidak pernah habis dari kehidupan Chiyo – Hatsumomo begitu iri dan membencinya, berusaha mati-matian menyingkirkan Chiyo dari Okiya. Saat sedang menangisi kepedihannya di tepi Sungai Shirakawa – tanpa sengaja seorang pria terhormat menegurnya, dia adalah Iwamura Ken, biasa dipanggil Ketua. Pria ini mendekati Chiyo dan menghiburnya. Sejak pertemuan itu Chiyo bertekad untuk menjadi seorang geisha demi bisa bertemu lagi dengan Ketua suatu saat nanti. Disinilah perjuangan Chiyo menjadi seorang Sayuri dimulai, berbagai macam kejadian dijalani Sayuri dengan keteguhan – sampai kemudian dia bertemu dengan seorang geisha senior yang cantik dan bersedia menjadi kakak angkat Sayuri, bernama Mameha. Sayuri merasa sangat tertolong karena Mameha banyak membantunya dalam banyak hal, termasuk menjauhkan Hatsumomo dari kehidupan Sayuri selamanya.

Melalui buku ini seolah kita bisa berdekatan langsung dengan kehidupan geisha dan memahami kehidupan mereka. Bahwa seorang geisha tidaklah sama seperti pelacur kebanyakan, selain kecantikan, seorang geisha juga harus menguasai berbagai macam keahlian, mereka juga dituntut untuk pintar. Perjalanan hidup Sayuri mengajarkan pada saya bahwa tidak ada kesedihan yang tidak berakhir, begitu juga sebaliknya. Ketabahan dan ketulusan yang dimiliki Chiyo atau Sayuri benar-benar luar biasa, saya harus banyak belajar dari mereka ^_^.

Thank God! Arthur Golden, menulis cerita ini dengan sangat baik. I love the book – I love the story too – karena kisahnya happy ending, sayangnya kenapa malah buku ini jadi senjata makan tuan bagi Arthur. Dia dituntut oleh sang narasumber, Mineko Iwasaki, karena dianggap memutarbalikkan dan menulis cerita yang tidak sesuai dengan kenyataan. Lihat disini untuk lebih jelasnya yah..?

Anyway – Happy reading..!

Best Quotes:

“Tak seorang pun dari kita menemukan kebaikan di dunia ini sebanyak yang seharusnya” – Ketua, Iwamura Ken

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s