Review: Bookends

Judul: Bookends

Penulis: Jane Green

Sudah pasti alasan saya membeli dan membaca buku ini karena tertarik oleh : judulnya – ilustrasi covernya – dan – sinopsisnya. It’s about books, fellas’
Bookends yang ditulis oleh Jane Green ini menceritakan tentang kisah persahabatan antara Cath, Si, Josh dan istrinya Lucy. Bagaimana mereka menghadapi berbagai masalah yang rumit dan masih bisa tetap mempertahankan persahabatan diantaranya. So sweet.

Well, alur ceritanya menarik – selain karena penulis mengisahkan kehidupan para tokohnya dengan sangat baik – apa yang terjadi di halaman berikutnya sangat susah ditebak.

Kehidupan mereka berempat – Cath, Si, Josh dan Lucy – mulai mengalami guncangan ketika seseorang dari masa lalu muncul kembali, Portia – sahabat lama Cath, Si dan Josh tiba-tiba hadir di tengah pesta pembukaan Bookends.
Portia masih tetap seperti dulu – a princess – tetap cantik dan mempersona. Semenjak pesta pembukaan itu – banyak kejadian bermunculan. Rumah tangga Josh dan Lucy mendadak mengalami perubahan – begitu Bookends dikenal orang – Lucy hampir tidak punya waktu di rumah – begitu juga sebaliknya, Josh lebih banyak terlibat proyek yang mengharuskan dia sering pulang larut. Hampir tidak pernah terlibat pembicaraan antara Josh dan Lucy ketika keduanya bertemu di rumah. Kehadiran Portia perlahan membuat Si dan Cath – saling melemparkan tuduhan terhadap Josh, mereka berdua yakin bahwa diantara Josh dan Portia terlibat suatu affair. Cath begitu marah terhadap Portia yang tega menyakiti Lucy – sehingga dia sengaja menghindari Portia.

Kehidupan Cath sendiri sebagai tokoh utama di cerita ini juga mengalami perubahan. Kehadiran James, seorang ahli properti yang jago melukis dan baik hati mampu membuat Cath merubah pendiriannya tentang menjalin hubungan dengan laki-laki.

Di lain cerita – Si yang seorang gay – harus menerima kenyataan bahwa dia terkena HIV saat dia menjalin hubungan dengan Will. Kesedihan Si hanya bisa dibagi dengan Cath, dia belum siap menceritakan pada Josh dan Lucy. Disaat Si begitu membutuhkan kehadiran seorang sahabat itulah, Cath harus memilih apakah tetap bersama Si atau James yang sudah memberikan warna di hatinya.

Lalu bagaimanakah Josh dan Lucy mengatasi kehidupan rumah tangga mereka? Sanggupkah keduanya menerima keadaan Si yang sekarang?

Bookends – membuat saya terharu (berkaca-kaca) juga tertawa-tawa sendiri, sempat gemes sama Portia juga – tapi syukurlah semuanya dibayar lunas begitu kita sampai diakhir cerita. Jane Green bener-bener keren!

Ternyata persahabatan bisa diatas segala-galanya yah? Buku ini mengajarkan saya tentang satu hal itu.

Thanks Bookends – thanks Jane ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s