Review: Momoye Mereka Memanggilku

Judul: Momoye Mereka Memanggilku
Penulis: Eka Hindra & Koichi Kimura

Saya – I don’t know how to say it. Selama ini – semenjak duduk dibangku sekolah, saya memang sudah menerima pelajaran sejarah. Tentang kisah perjuangan para pahlawan kita jaman dulu melawan tentara Jepang. That’s IT cuma itu thok! Tapi buku ini seolah melempar kenyataan lain ke wajah saya.

Bahwa ada cerita mengerikan di balik itu semua. Bahwa pengorbanan yang diberikan rakyat kita dulu untuk suatu kemerdekaan bukan hanya ada di pundak laki-laki, para perempuan juga ikut menanggung kesengsaraannya.
Buku ini – menceritakan tentang masa lalu Mardiyem yang kelam. Dia adalah salah satu korban kekejaman tentara Jepang pada tahun 1942-1945.
Mardiyem yang berasal dari Yogyakarta pergi menuju Borneo pada usia 13 tahun – dia pergi meninggalkan kampung dan ketiga kakaknya demi mengejar impiannya menjadi seorang penyanyi. Salah seorang kenalannya menjanjikan akan memberikan pekerjaan sebagai penyanyi terkenal di Borneo.

Sesampainya di Borneo – nasib buruk menimpa Mardiyem – dia tidak dimasukkan kedalam kelompok yang akan di jadikan pemain sandiwara atau penyanyi – tetapi Mardiyem dimasukkan kedalam kelompok yang akan diberangkatkan ke Telawang.

Di Telawang – Mardiyem yang masih berumur 13 tahun – bahkan dia belum pernah datang bulan – dipaksa menjadi budak seks para tentara dan pekerja sipil Jepang. Mardiyem ditempatkan dalam kamar nomor 11 – ditengah kebingungannya para tentara Jepang sudah menunggu diluar kamar untuk dilayani.

Hari itu juga – hidup Mardiyem berubah menjadi mimpi buruk selamanya – kegadisannya yang belum sempurna dirampas paksa. Meski darah mengucur deras dari sela selangkangannya – para tentara seolah menutup mata – mereka hanya ingin melampiaskan hasrat seksualnya. For God sake!

Penderitaan sebagai budak seks tidak hanya saat harus menjadi pemuas birahi – mereka termasuk Mardiyem juga mendapat siksa fisik berupa pukulan dan tendangan apabila ada diantaranya yang berbuat salah.
Jika ada yang ketahuan hamil – mereka akan dipaksa menggugurkan dan banyak diantara mereka yang rahimnya rusak – penyakit kelamin juga tak bisa dihindari.
Can you imagine, bayangkan saja dalam sehari satu Jugun Ianfu harus melayani 15 orang serdadu Jepang.
Saya benar-benar merinding – membayangkannya saja membuat saya ngeri.

Melalui buku ini, Anda akan disodori fakta lain tentang penjajahan Jepang. Dan perjuangan seorang Mardiyem menuntut kebenaran yang ditutupi selama setengah abad.

Saya benar-benar gak habis pikir – are those people is a human? If it yes, then why they’re acting like an animal.

One thought on “Review: Momoye Mereka Memanggilku

  1. Aaaaa… Pasti merasa enegh deh selesei membaca buku kayak gini… Ditambah lagi cerita model gini bukan ngarang2 tapi bener2 terjadi dalam sejarah Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s