Review: Libri di Luca

Judul: Libri di Luca
Penulis: Mikkel Birkegaard
Penerjemah: Fahmy Yamani
Tebal: 588 hlm, 15 x 23 cm
Terbit: Cetakan III, April 2010
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta

Ternyata buku mampu membuat seseorang melakukan serangkaian pembunuhan, bukan karena buku itu bernilai tinggi tapi karena kekuatan yang dimiliki oleh Sang Pembaca yang dapat membuat sebuah buku begitu berbahaya bagi orang lain.

Luca Campelli adalah pemilik sebuah toko buku antik di Denmark, bernama Libri di Luca. Dia ditemukan meninggal karena serangan jantung di toko bukunya pada malam sepulangnya berpergian dari luar kota. Kematian Luca yang begitu mendadak menjadi pukulan bagi orang-orang yang mengenal dirinya, termasuk Jon Campelli. Meski hubungan antara Jon dan Luca tidak harmonis selama 18 tahun tapi kepergian ayahnya yang begitu mendadak kali ini membuat Jon sangat kehilangan.

Sebagai pewaris satu-satunya, Libri di Luca beralih kepemilikan pada Jon, karirnya sebagai pengacara dan ketidak tahuannya akan buku membuat Jon tidak menginginkan toko buku milik ayahnya tersebut. Svend Iversen, asisten Luca – berusaha meyakinkan Jon bahwa toko buku itu harus berada di tangan Jon dan bukan orang lain, karena ada sebuah rahasia di dalam Libri di Luca yang tidak boleh diketahui orang luar, termasuk kematian Luca yang diduga dibunuh oleh salah seorang Lector.

Beberapa hari setelah pemakaman ayahnya, Jon mengunjungi Libri di Luca, oleh Iversen dia dikenalkan dengan staf toko buku lainnya, Katherina seorang Penerima yang mengidap Dyslexia dan Pau seorang Pemancar. Dari sinilah Jon mengetahui kalau selain Iversen dan kedua staf Libri di Luca, ayahnya juga adalah seorang Lector, tidak terkecuali Jon sendiri.

Kematian ayahnya ternyata membawa berbagai macam kejadian aneh di kehidupan Jon, termasuk dalam kehidupannya di luar Libri di Luca – karirnya sebagai pengacara sukses pupus di tengah jalan, dia tiba-tiba dipecat dari pekerjaannya karena dinilai gagal menyelesaikan kasus kliennya, Otto Remer.

Jon merasa pemecatan dirinya ada campur tangan Remer yang begitu menginginkan Libri di Luca, sebuah serangan terjadi beberapa hari sebelumnya, seseorang melempari Libri di Luca dengan bom molotov dan mengakibatkan bagian depan toko buku itu terbakar.

Kejadian demi kejadian menuntun Jon, Katherina dan Iversen pada sebuah jawaban – bahwa kematian Luca adalah disengaja, dia dibunuh oleh salah satu anggota Organisasi Bayangan yang menyusupkan mata-matanya di dalam tubuh Perkumpulan Pecinta Buku dan Libri di Luca, kematian beberapa orang Lector membuat Jon – merasa harus bertindak lebih jauh, setelah kejadian pemecatan dirinya dia ingin dirinya diaktifkan, dalam hal ini Jon ingin menjadi seorang Lector.

Setelah pengaktifan dirinya, baru diketahui bahwa kekuatan Pemancar yang dimiliki Jon sangat luar biasa, bahkan melebihi kekuatan ayahnya, Luca. Hal ini juga yang menyebabkan nyawanya terancam.

Jon dibawa ke Alexandria oleh Organisasi Bayangan. Menghilangnya Jon membuat anggota Perkumpulan Pecinta Buku dan Libri di Luca panik, mereka berpendapat bahwa Organisasi Bayangan adalah pelaku dibalik semua kejadian yang menimpa Jon. Katherina dengan ditemani salah seorang anggota perkumpulan, Henning dan juga Muhammad klien Jon pada saat awal cerita, mereka bertiga terbang ke Mesir untuk menemukan Jon dan menyelamatkannya dari cengkeraman Organisasi Bayangan.

Bagaimanakah kisah ini selanjutnya, siapakah Lector yang telah membunuh Luca Campelli, akankah Libri di Luca tetap menjadi milik keluarga Campelli, bisakah Jon dan ketiga temannya tetap hidup?

This book is AWESOME! Saya suka banget – Salut sama penulisnya – Mikkel Birkegaard

Memang sih ada beberapa kesalahan typo dan saya sempat mengulang dibagian yang salah itu – hehee – tapi semuanya terbayar lunas dengan cerita yang disuguhkan – memuaskan dari awal sampai akhir.

Recommended book! I give 4 of 5 stars for this book!

One thought on “Review: Libri di Luca

  1. sungguh, dari awal munculnya buku ini aku udah minat banget baca, sekarang pun bukunya sudah siap untuk dibaca, tapi sayanya yang gak jalan-jalan buat mulai baca…duh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s