Review: Hansel dan Gretel – Lomba Resensi Buku Serambi 2011

Judul: Hansel dan Gretel dan Dongeng-Dongeng Lain
Penulis: Grimm Bersaudara
Penerbit: Atria
Terbit: April 2011
Tebal: 184 hlm
ISBN: 9789790244610

Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya diambil sebagian-sebagian, kemudian dimodifikasi dan ditambah, bahkan ada yang diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya, kisah aslinya seakan telah ditelan zaman. [sumber: Wikipedia]

Judul utama di buku ini adalah Hansel dan Gretel, bercerita tentang kisah petualangan kakak beradik di hutan belantara. Keduanya sengaja ditinggalkan di dalam hutan oleh kedua orang tuanya, sebenarnya ibu tiri merekalah yang memiliki pikiran jahat tersebut, dia berpikir kalau Hansel dan Gretel di buang ke hutan maka keadaan mereka akan lebih baik dan tidak lagi kekurangan makanan.

Karena kecerdikannya beberapa kali Hansel dan Gretel berhasil kembali ke rumah setelah mereka ditinggalkan di tengah hutan, sayang sekali untuk kali ketiga mereka gagal menemukan jalan pulang dan tersesat di dalam hutan selama berhari-hari, sampai akhirnya mereka menemukan rumah seorang penyihir jahat yang berpura-pura baik dan bermaksud memangsa keduanya.

Melalui kisah Hansel dan Gretel, saya bisa merasakan kasih sayang yang dimiliki kakak beradik ini sekaligus kagum atas kecerdikan mereka berdua membebaskan diri dari rumah penyihir jahat.

Bagaimana kelanjutan kisah kakak beradik ini, dapatkah keduanya kembali kerumah mereka?

Ikuti juga ke-19 cerita dongeng lainnya yang ada dibuku ini, diantaranya adalah:

1. Musisi dari Bremen (The Bremen Town Musician)
2. Teka-Teki (The Riddle)
3. Tom Ibu Jari (Thumbthick)
4. Briar Rose (Little Brier Rose)
5. Dua belas puteri yang menari (The Shoes That Were Danced to Pieces)
6. Pengantin Perampok (the Robber Bridegroom)
7. Ratu Lebah (the Queen Bee)
8. Raja-Janggut Mengerikan (King Thrushbeard)
9. Peri Pembuat Sepatu
10. Aschenputtel (Cinderella)
11. Hansel dan Gretel (Hansel and Gretel)
12. Serigala dan Tujuh Kambing Kecil (The Wolf and The Seven Young Kids)
13. Pangeran Katak (The Frog King or Iron Heinrich )
14. Frau Holle (Frau Holle)
15. Rumpelstiltskin (Rumpelstiltskin)
16. Tiga Pemintal (The Three Spinning Women)
17. Gadis Angsa (The Goose-girl)
18. Rapunzel (Rapunzel)
19. Snow-White (Little Snow-White)

Beberapa cerita yang ada di buku ini sebelumnya sudah pernah saya baca atau dengar sewaktu saya kecil dulu. Tapi memang rasanya agak berbeda setelah kita dewasa walaupun yang dibaca adalah dongeng yang sama. Membaca buku terbitan Atria inipun menjadi pengalaman baru buat saya, karena ini kali pertama saya membaca dongeng versi aslinya.

Kumpulan cerita yang ada di buku ini diambil dan diterjemahkan dari Children’s and Household Tales. Agak surprise, karena ternyata cerita aslinya malah jauh dari kesan manis dan agak beda dari yang selama ini saya baca, salah satunya cerita tentang Aschenputtel (Cinderella), dimana kaki kedua saudara tirinya harus terluka parah demi sebuah sepatu emas. Ternyata yang selama ini saya ketahui adalah cerita yang sudah dipermak sedemikian rupa dan disesuaikan untuk bacaan anak-anak.

Seperti yang dijelaskan dibagian awal buku ini, cerita dongeng milik Grimm Bersaudara banyak mendapat kritik pada masa itu karena dinilai tidak sesuai jika diceritakan pada anak-anak. Saya juga sependapat, karena memang cerita versi aslinya ini jauh lebih seram, sangat tidak cocok kalau diceritakan mentah-mentah pada anak-anak.

Karena umumnya anak-anak lebih suka dengan cerita bergambar, gambar/ ilustrasi yang ditampilkan dibuku ini masih kurang. Untuk bacaan anak-anak diperlukan gambar yang lebih banyak dan berwarna. Tapi sah-sah saja kalau buku ini ditujukan bukan untuk anak-anak. ^_^

Tidak adanya daftar isi juga cukup merepotkan untuk sebuah buku kumpulan cerita, sama seperti di seri sebelumnya (Gadis Cilik dan korek Api) juga tidak memiliki daftar isi. Bagi seorang pembaca, keberadaan daftar isi sangat penting, karena melalui daftar isi pembaca bisa melihat sekilas isi dari suatu buku dan berpindah halaman dengan mudah. Semoga untuk kedepannya penerbit Atria tidak keberatan memberikan daftar isi untuk buku kumpulan cerita seperti ini. ^_^

Satu lagi yang membuat saya kurang nyaman, adalah jalan cerita yang cenderung terburu-buru, terutama menjelang bagian akhir, ada beberapa cerita yang bahkan kelewat ekstrem endingnya, contohnya di cerita Snow-White dan Rapunzel. Mungkin memang Grimm Bersaudara sengaja membuatnya seperti itu, saya juga tidak tahu.

Overall, buku ini layak dijadikan koleksi untuk para penggemar cerita dongeng klasik. Happy reading ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s