Review: Apartemen 666

Terima kasih banyak sebelumnya kepada Mas Dion dan Stiletto Books yang sudah ngasih kesempatan saya buat mereview buku ini ^_^ And here’s my review:

ImageJudul: Apartemen 666
Penulis: Sybill Affiat
Penerbit: Stiletto Book
Tebal: 203 hlm.
ISBN: 9786027572102

Sinopsis

Napas Samara semakin memburu. Matanya membelalak. Ia tak paham arti dari bisikan parau itu. Suaranya begitu menakutkan dan membuatnya bergidik. Sekujur tubuhnya menegang dialiri hawa dingin yang membekukan tulang. Dengan segenap tenaganya, Samara berusaha berlari. Bunyi stiletto yang beradu dengan lantai marmer seolah menggenapi ketakutan Samara malam itu.

Apa yang sesungguhnya terjadi?
Ke mana perginya perempuan tua renta yang selalu mengikutinya?

Sulit bagi Samara dan Bisma untuk menyembunyikan kekaguman saat memasuki lobi apartemen. Semua material berkualitas nomor satu. Kokoh. Berkelas. Dan angkuh. Namun, tak pernah disangka, apartemen megah pemberian Lea–bos Samara di kantor–menyimpan sejuta misteri. Perempuan tua renta. Cermin-cermin. Bisikan-bisikan parau. Semuanya terus menemani langkah Samara mengarungi hidup di antara limpahan materi dan misteri. Sampai kapan Samara bertahan dalam apartemen 666-nya itu?

Samara, tokoh utama di cerita ini, adalah seorang wanita karir yang tiba-tiba saja diberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja. Atasan sebelumnya, Pak Ridwan yang ingin agar Samara digantikan oleh orang lain. Samara begitu marah dan dendam pada Pak Ridwan, menurutnya Pak Ridwan sudah menghianatinya dengan mempekerjakan orang lain tanpa bicara apapun kepada Samara. Setelah kehilangan pekerjaannya, Samara dan suaminya, Bisma, terpaksa pindah ke rumah kontrakan yang lebih kecil, karena mereka tidak sanggup membayar uang sewa selama setahun.Kemalangan Samara tidak berhenti disitu, karena sekeluarnya dia dari gedung tempatnya bekerja, Samara dikejar-kejar oleh sosok nenek tua renta yang mengerikan dan baunya sangat anyir.

Bulan berganti bulan, Samara belum juga mendapat pekerjaan. Suaminya, Bisma juga sama, kontrak kerja yang sudah disepakati, banyak yang dibatalkan secara sepihak. Sementara itu keadaan keuangan mereka sudah diujung tanduk. Samara tiba-tiba teringat akan surat referensi lowongan pekerjaan dari mantan atasannya, Pak Ridwan, karena tidak adanya pilihan, akhirnya Samara pun menggunakan referensi pekerjaan yang diberikan oleh orang yang paling dibencinya itu.

Singkat cerita, Samara diterima ditempat kerja yang baru, PT. DJL sebagai personal assistant, atasannya yang baru, Ibu Leana, seorang wanita yang nampak memiliki segalanya, kekuasaan, kecantikan juga kekayaan.

Well, setelah Samara bekerja menjadi asisten Leana, kehidupannya berubah secara drastis, dia tidak lagi tinggal di kontrakan kecil melainkan di apartemen mewah fasilitas kantor, karir dan penghasilannya juga meningkat drastis. begitu juga dengan suaminya, mendadak Bisma kebajiran order, sukses dengan pekerjaannya, hingga akhirnya bisa membangun studio foto sendiri, wow!

Tapi semua keberhasilan itu menuntut imbalan yang tidak sedikit, kehidupan Samara dan Bisma yang tadinya penuh dengan kesederhanaan, kini tidak lagi, pergaulan mereka sudah diluar batas, obat-obatan, alkohol, hingga seks bebas dijalani keduanya dengan kesadaran penuh.

Nenek renta yang dulu pernah menghantui Samara, kini kembali lagi, dia ternyata adalah Nyimas Ayu, salah satu nenek moyang Samara yang berusaha memperingatkan Samara untuk meninggalkan apartemen pemberian Leana, karena sebenarnya Leana adalah jelmaan Surtikanti. Ibunda dari Nyimas Ayu yang mendendam terhadap laki-laki yang dulu memperkosanya ketika gadis, Surtikanti bersekutu dengan setan dia ingin membuat semua keturunan para pemerkosanya menderita hingga mati.

Nah, kelanjutannya atau lebih lengkapnya silahkan dibaca sendiri ya..hehe..

My personal opinion: Overall, I don’t really like the story. Banyak hal yang menurut saya kurang pas, pemberian judul bab dengan isinya ada beberapa yg ngga sesuai, kemudian antar plot-nya juga, kesannya kaya lomba lari sprint, buru2 pengen selesai (apa ya bahasa-nya yang bener) kurang smooth gitu..terus, makin kebelakang ceritanya kok malah makin, apa ya..aneh (sekali lagi ini pendapat saya) – contoh: ternyata Apartemen 666 ini dijadikan tempat ‘diklat’ para keturunan Surtikanti alias Leana untuk menjerat mangsa (so absurd) – dan, yang terakhir..iya yang terakhir..endingnya, howah..gemes banget, rasanya pengen buru-buru ambil air wudhu (lho, apa coba?) Kak Sybill – itu kenapa endingnya begono? apa ngga bisa dibikin agak manis or bad ending sekalian.. *tarik napas*

nah, tadi dari segi cerita – kalau karakternya, sayangnya ngga ada yang memikat hati, penggambaran masing-masing karakter kurang kuat dan mendalam. Samara? Gimana ya, menurutku Samara disini digambarkan seperti wanita yang berkepribadian ganda, lurus, sayang keluarga but in the other page she become ‘wild’ – amat berlawanan dan ngga umum menurutku..

Well, rasanya cukup segini dulu review dan pendapat saya, 2 bintang deh buat buku ini ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s