Review: The Night Before

*maafkeun, sehubungan dengan wordpress.com yg lg trouble, saya belum bisa upload cover buku untuk postingan ini (karena saya postingnya pakai smartphone)

Judul: The Night Before – Kutukan Montgomery
Penulis: Lisa Jackson
Penerbit: Dastan Books
Tebal: 528 hlm.
ISBN: 9786028723671
Terbit: Maret 2011

*for an adult reader ^_^

Wow! Berkali-kali wow saya rapalkan begitu sampe di bagian akhir buku..ceritanya keren banget – bisa dibilang buku ini mengobati ketidakpuasan atas buku yang saya baca sebelumnya (red: Apartemen 666) ^_^

Caitlyn Montgomery mengalami guncangan yang hebat ketika, Jamie, anak perempuannya meninggal di usia 3 tahun, dia bahkan sempat masuk Rumah Sakit Jiwa. Suatu pagi Caitlyn terbangun di tempat tidurnya dengan bermandikan darah, dia sama sekali tidak ingat kejadian malam sebelumnya, hingga polisi mendatangi rumah Caitlyn dan mengatakan suaminya, Josh Bandeaux, ditemukan tewas diruang kerja rumah Bandeaux. Saat itu Caitlyn hanya mampu mengingat potongan-potongan kejadian dimalam Suaminya terbunuh, dia tidak tahu apakah itu mimpi atau benar terjadi, jika memang terjadi apakah dirinya yang membunuh suaminya. Caitlyn bingung, dia berusaha menghubungi kembarannya Kelly, karena hanya Kelly satu-satunya yang dapat membantunya mengingat kejadian di malam sebelumnya, tapi Kelly sendiri juga susah ditemui. Ditengah kebingungannya, Caitlyn bertemu dengan Adam Hunt, pengganti psikolog pribadinya yang tiba-tiba menghilang, Rebecca Wade.

Adam sendiri sengaja datang ke Savannah dan terlibat dalam kasus Caitlyn karena menurut dia, hilangnya Rebecca, mantan istrinya berhubungan dengan kasus Caitlyn.

Setelah kematian Josh, berbagai kejadian atau kecelakan menimpa keluarga Montgomery atau orang-orang yang memiliki hubungan dengan keluarga itu. Amanda, sang kakak, mengalami kecelakaan mobil, beruntung dia berhasil selamat. Hilangnya Christina (Cricket) dan Sylvie (Sugar) Biscayne. Berneda, sang Ibu, yang meninggal dengan misterius di rumah sakit. Hannah, si bungsu yang juga tiba-tiba menghilang.

Beberapa orang percaya bahwa keluarga Montgomery yang sangat kaya itu dikutuk, karena leluhur mereka tidak menjaga kemurnian darah Montgomery. Kakek Caitlyn, berselingkuh dengan sekertaris.nya dan memiliki anak (Biscayne), Ayah Caitlyn, juga berselingkuh dengan saudara tirinya, Copper Biscayne, dan memiliki anak, Sugar, Cricket dan Dickie – tidak sampai disitu, ayahnya ternyata juga berselingkuh dengan Lucille Vasquez pengurus keluarga Montgomery, dan iya Lucille hamil, dan memiliki seorang anak, Marta.

Diantara begitu banyak kejadian misterius semua mengarah pada satu pelaku, Caitlyn pasti dibalik semua kejadian ini, setidaknya itu yang diyakini polisi hingga di bab-bab terakhir saat pembunuh yang sebenanrnya beraksi untuk yang terakhir kalinya.

A very recommended book for a mystery lovers..

Rating: 4 of 5 stars

PS: buku ini mengandung konten dewasa €_€

Review: Apartemen 666

Terima kasih banyak sebelumnya kepada Mas Dion dan Stiletto Books yang sudah ngasih kesempatan saya buat mereview buku ini ^_^ And here’s my review:

ImageJudul: Apartemen 666
Penulis: Sybill Affiat
Penerbit: Stiletto Book
Tebal: 203 hlm.
ISBN: 9786027572102

Sinopsis

Napas Samara semakin memburu. Matanya membelalak. Ia tak paham arti dari bisikan parau itu. Suaranya begitu menakutkan dan membuatnya bergidik. Sekujur tubuhnya menegang dialiri hawa dingin yang membekukan tulang. Dengan segenap tenaganya, Samara berusaha berlari. Bunyi stiletto yang beradu dengan lantai marmer seolah menggenapi ketakutan Samara malam itu.

Apa yang sesungguhnya terjadi?
Ke mana perginya perempuan tua renta yang selalu mengikutinya?

Sulit bagi Samara dan Bisma untuk menyembunyikan kekaguman saat memasuki lobi apartemen. Semua material berkualitas nomor satu. Kokoh. Berkelas. Dan angkuh. Namun, tak pernah disangka, apartemen megah pemberian Lea–bos Samara di kantor–menyimpan sejuta misteri. Perempuan tua renta. Cermin-cermin. Bisikan-bisikan parau. Semuanya terus menemani langkah Samara mengarungi hidup di antara limpahan materi dan misteri. Sampai kapan Samara bertahan dalam apartemen 666-nya itu?
Continue reading

Review: Gadis Korek Api #2

ImagePenerbit: Atria
Penulis: H.C. Andersen
Edisi: Soft Cover
ISBN-13: 9789790244627
Tahun terbit: April 2011
Bahasa: Indonesia
Tebal: 269 hlm.
Ukuran: 130x205x0 mm

Usia kelayakan baca: 7 y.o and above

Saya sudah baca buku ini dari lama. Tapi sekarang saya baca ulang lagi dan saya buat reviewnya – dalam rangka memeriahkan Reading Challenge yang di host oleh Kak Busyra (please visit her blog here)

Nah, meski re-read – tapi bukan re-post, karena kali ini saya review masing-masing cerita..

#1: Kisah Cinta Putri Duyung Kecil, cerita ini mengisahkan tentang putri duyung bersaudara, tokoh utamanya ada putri duyung bungsu yang memiliki suara sangat indah. Suatu ketika si bungsu jatuh cinta dengan pangeran yang sangat tampan. Demi pujaan hatinya si bungsu rela kehilangan suaranya agar dia bisa berdiri berdampingan dengan Pangeran, si bungsu percaya bahwa pangeran kelak akan mencintainya sepenuh hati. Tapi sungguh disayangkan, ternyata pangeran malah mencintai gadis lain dan mereka berdua segera menikah.  Patah hati? Jelas! Si putri duyung, memiliki dua pilihan – jika dia mau menikam jantung sang pangeran maka hidupnya akan tertolong dan dia bisa kembali ke laut sebagai putri duyung, tapi jika tidak, maka putri duyung akan mati dan jasadnya berubah menjadi buih di lautan. Menurut kalian pilihan manakah yang akan diambil si bungsu? Continue reading

Review: Shakespeare’s Landlord (Lily Bard #1)

shakespeare landlord

Judul: Lily Bard #1: Shakespeare Landlord
ISBN: 9789791924092
Penulis: Charlaine Harris
Penerbit: Kantera
Tahun terbit: Januari, 2011
Tebal: 208 hlm.
Jenis Cover: Soft Cover
Kategori: Mistery-Thriller

Saya agak lambat menyelesaikan bacaan satu ini, pertama karena teralihkan oleh tumpukan buku yang lain dan memusatkan pikiran ke daftar reading challenge or baca bareng BBI yang kudu dirampungkan terlebih dulu, so – ada kurleb 1 bulan baru bisa selesai baca buku ini.

Well, alasan saya mengambil buku ini di rak perpus adalah karena tampilan cover dan judulnya yang menarik, kesannya misterius dan ceritanya seru. And yes, again. Don’t judge a book from it’s cover.

“Selamat datang di kota kecil Shakespeare’s, Arkansas”

Terjadi pembunuhan terhadap diri Pardon Albee, pemilik apartemen Shakespeare Garden. Tidak ada seorangpun yang mengetahui siapa pelakunya, tidak juga Lily Bard, seorang cleaning lady. Pekerjaan Lily adalah membantu para penghuni apartemen dan orang-orang yang membutuhkan jasanya untuk membersihkan tempat tinggal mereka. Continue reading

Review: Gadis Pantai

Cover Gadis Pantai

Judul: Gadis Pantai
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantara
ISBN: 9789799731203
Terbit: 11 November 2007
Halaman: 272 hlm.

Novel ini menceritakan tentang kehidupan seorang gadis belia dari kampung nelayan di Rembang, Jawa Tengah yang dinikahkan pada seorang priyayi, biasa disebut Bendoro di usianya yg masih sangat muda, bahkan belum genap 17 tahun. Bendoro itu sendiri tidak menghadiri upacara pernikahannya dan hanya diwakili oleh sebilah keris.

Gadis ini dikenal dengan nama Gadis Pantai yang kemudian setelah dia menjadi istri Bendoro dia mendapat sebutan, Bendoro Putri atau Mas Nganten. Mas Nganten adalah nama lain dari selir atau gundik. Continue reading

Review: I Was a Rat or The Scarlet Slippers

i was a rat

Judul: I Was a Rat! or The Scarlet Slippers
Penulis: Philip Pullman
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 256 hlm.
ISBN-10: 9792234306
ISBN-13: 9789792234305
Terbit: Desember 2007

Usia kelayakan baca: 8 y.o and above

“DULU AKU TIKUS!”

Begitu kata Roger. Mungkin omongannya benar.
Tapi makhluk apa ia SEKARANG?
Monster mengerikan yang gentayangan di gorong-gorong?
Koran Daily Scourge yakin begitu.

Tontonan di pasar malam?
Itulah dirinya bagi Mr. Tapscrew.

Maling lihai?
Itulah yang diharapkan Billy.

Atau ia cuma anak laki-laki biasa, walaupun kebiasaannya mirip tikus? Hanya tiga orang memercayai versi ini. Dan hanya seorang yang tahu siapa sebenarnya Roger. (sinopsis)

Saya suka buku ini – I love this book so much. Karena itu, saya tidak akan merewiew isi buku ini terlalu banyak.

I was a rat, menceritakan tentang Roger, seorang anak laki-laki yang bersikeras meyakinkan semua orang bahwa dulunya dia adalah tikus. Hewan pengerat yang tinggal di gorong-gorong, jorok dan mengerikan. Continue reading

Review: Goosebumps – Slappy’s Nightmare

Image

Judul: Slappy’s Nightmare – Goosebumps
Penulis: R.L. Stine
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9796861720
Terbit: Juni 2001
Halaman: 144 hlm.

Usia kelayakan baca: 10 y.o and above

Kemarin sewaktu saya lagi menjelajahi rak buku di perpustakaan kantor, saya nemu buku ini disela-sela deretan buku, the one and only. Setelah sekian lama, akhirnya saya bisa baca buku ini lagi, berasa nostalgia, masih kebayang rasa takut dan deg-deg-an waktu SMP dulu saya baca buku-buku Goosebump. Tapi , kali ini rasa deg-deg-an.nya ngga seberapa, mungkin karena sudah bukan anak SMP lagi, ehehehe..

Slappy terbelalak memandangi boneka kayu yang terbaring di dalam peti kayu itu. Tak salah lagi. Boneka itu kembaran identiknya.

“Dari mana kaudapat rongsokan itu?” tanyanya dengan sinis. Tapi matanya melihat ke sana kemari dengan gelisah.

Dengan hati-hati Jimmy O`James mengangkat boneka baru itu dan setumpuk kertas yang sudah menguning. “Aku menemukannya di toko barang sihir. Dan ini petunjuk mengenai cara menghidupkan boneka itu-dan bagaimana membuatmu tidur selamanya!” – (sinopsis di cover belakang buku)

Slappy’s Nightmare, bercerita tentang Slappy, sebuah boneka kayu dan Jimmy, si pemilik boneka. Slappy dan Jimmy adalah pasangan komedian yang biasa mengisi acara di beberapa pertunjukan, disebutkan disini bahwa Slappy adalah sebuah boneka perut, bicara soal boneka perut pikiran saya langusng mengarah ke boneka Susan.nya Kak Ria ^_^

Slappy ini, meski dia adalah boneka perut yang mana baru bisa bersuara jika si pemilik bersuara, dia tidak seperti itu. Slappy bebas berbicara bahkan bergerak sesuai kemauannya, karena Slappy adalah boneka yang bernyawa, dan dia jahat. Again, it reminds me of another doll, Chucky. Continue reading